Ikeania : K’s Super Bed

Pencarian kasur saat Kiland belum lahir menjadi sebuah pencarian panjang. Keinginan Kami (Saya dan Pak Suami) sama. Dalam mencari atau mendekor perlengkapan kamar Kiland, harus memiliki fungsi yang panjang dan karena Saya berencana memberikan Kiland Adik, dalam hal kasur pun juga direncanakan untuk 2 orang anak nantinya.

Tujuan utama Kami untuk mencari kasur memang hanya Ikea, karena memang sudah mereview terlebih dahulu kasur seperti apa yang akan dibeli. Awalnya Kami berencana untuk membeli 1 kasur dengan banyak laci penyimpanan agar lebih hemat tempat, tetapi kembali lagi ke tujuan awal. Paling tidak Saya mau memiliki 2 anak kalau diberikan izin untuk dititipkan anak lagi oleh Allah SWT. Jadi, pilihan Kami jatuh kepada kasur bertingkat.

Gambar-gambar dibawah ini Saya ambil langsung dari web Ikea. Barang-barang yang sudah Saya review, biasanya beberapa nanti ada di akun instagram Saya : ayukinasih 🤗

Dibagian atas kasur ada tenda yang dibeli secara terpisah, kebetulan di IKEA ada 2 warna biru dan pink.


Menariknya kasur ini bisa bolak-balik tinggal bagaimana Kita ingin menggunakannya saja. Kalau Saya saat ini meletakkan kasur dibagian atas karena bagian bawah bisa untuk tempat menyimpan atau main. Bagian bawah kasur Saya berikan matras IKEA Vissla dan butuh 4 buah matras. Matras Vissla sudah tidak Saya temukan di web IKEA, kalau memang sudah tidak tersedia lagi sangat disayangkan karena matras Vissla didesain memang khusus untuk anak bermain. Di bawahnya terdapat karet yang mencegah matras licin saat digunakan.

Catatan penting untuk Bu Ibu Ikeania yang ingin menggunakan kasur serupa, perhatikan ukuran kasur dan juga seprei. Ukuran kasur yang tidak sesuai bisa membuat kasur tidak pas dengan pinggiran karena Saya salah membeli ukuran kasur. Saya sudah bertanya kepada petugas tetapi sepertinya petugas tsb salah memberikan kode, jadi pastikan ukurannya benar. Informasi produk IKEA cukup lengkap terpasang di kemasannya asalkan Kita mau lebih teliti.

Catatan penting lainnya :

Jika ukuran kamar tidak terlalu besar tapi ingin menggunakan kasur model seperti ini gunakan lampu yang dipasang di bagian bawah karena pasti pencahayaannya kurang dan jika ingin menghemat tempat, fungsikan bagian bawah sebagai tempat penyimpanan Kita bisa selipkan rak di bawah untuk buku-buku atau box untuk mainan anak.

Penggunaan kasur juga harus dipastikan keamanannya, walaupun letak kasur diatas nantinya Kiland tetap Saya minta untuk tidur di bagian bawah terlebih dahulu. Happy decorating, Ikeania!

Advertisements

Ikeania : Review Rak 

Back with Ikeania, kali ini Saya ingin mereview rak-rak Ikea yang Saya gunakan. Sampai saat ini baru ada 4 rak yang Saya gunakan dirumah, yaitu rak sepatu, rak fenomenal Ikea yang kalau sudah stock para jasa titip berebut untuk beli, dan rak standart yang di bor oleh Pak Suami dengan harga terjangkau tetapi cukup kuat, dan yang terakhir Saya mengatakannya rak tanaman tapi sebetulnya hanya tempat meletakkan pot tanaman yang bentuknya bersusun dan unik.

Lagi-lagi produk Ikea yang ada di rumah dipasang oleh Pak Suami, karena memang memasangnya tidak terlalu sulit. Ikea juga menyediakan box peralatan yang cukup lengkap kalau tidak memiliki peralatan tukang menukang di rumah. Didalam setiap produk yang dijual juga pasti ada tata cara pemasangan yang lengkap, untuk yang punya Suami hobi “oprek2” dan “ketok2” seperti Suami Saya pasti memasang perabotan Ikea menjadi me time Mereka.

Rak pertama yang Saya gunakan di rumah adalah Rak Ekby Laiva, rak ini berwarna coklat tua dan Saya fungsikan untuk meletakkan pajangan, foto-foto dan telepon.

  

Badan rak dijual terpisah dengan braketnya, tetapi harganya cukup terjangkau. Total keduanya tidak sampai 100 rb, Saya juga baru-baru ini membeli rak seperti ini lagi yang difungsikan untuk beberapa decoder yang saat ini masih di dalam lemari tv tetapi belum sempat di bor-bor sama Pak Suami.

Rak kedua yang Saya gunakan adalah rak sepatu. Saya menggunakan 2 bentuk rak, yang pertama ini Saya letakkan di teras berfungsi untuk sepatu-sepatu dan sendal yang sering digunakan.


Dalamnya memang tidak begitu luas, tetapi cukup untuk sepatu-sepatu atau sendal yang sering digunakan. Tapi, bentuk rak seperti ini tidak cocok untuk sepatu yang masih harus dimasukkan ke dalam boks sepatu karena memakan tempat.

Rak lainnya yang Saya gunakan rak berwarna putih, Saya tempatkan di dalam ruangan. Foto berikutnya Saya ambil dari web ikea.co.id


Lemari 3 susun ini awalnya terpisah walaupun dijual langsung per 3 pcs. Kita bisa memilih untuk peletakkannya karena tidak menjadi satu kesatuan. Seperti Saya, 2 kotak sudah terpasang untuk sepatu dan sendal, ruang di dalamnya memang tidak terlalu banyak dan jika Saya membeli sepatu baru yang harus disimpan dengan boks, Saya masih harus menyimpannya di luar rak. Bentukan rak seperti ini sama seperti rak sebelumnya, cocok untuk jumlah sepatu yang tidak terlalu banyak dan menurut Saya bentuk seperti ini memang kurang efisien, maka dari itu 1 kotak lagi belum dipasang dan akan Saya alih fungsikan entah itu untuk peralatan setrika atau kain-kain lap yang belum mau digunakan.

Penggunaan rak sepatu sebenarnya penting-nggak penting, tapi kalau Saya lebih suka menggunakan rak sepatu khususnya yang tertutup karena menghindari debu jalanan dan mempercantik teras Saya. Sedangkan untuk di dalam ruangan Saya memang belum punya tempat penyimpanan sepatu, jadi rak sepatu dalam ruangan cukup membantu Saya. 

Rak selanjutnya adalah rak fenomenal Ikea, sering habis dan kalau sudah stok pasti jasa titip berebut untuk ambil banyak. Yup, yang membaca dan pernah ke Ikea pasti paham.


Rak Lerberg ini memang terlihat biasa saja, tetapi memiliki 3 jenis ukuran dan memiliki beberapa warna. Yang pertama seperti digambar, kecil dengan 4 susun dan yang kedua agak lebih lebar dengan 4 susun, serta lebar dengan 2 susun. Rak ini (khususnya warna putih) cepat sekali habis. Saat dulu Saya masih menjalani jasa titip pun ada beberapa orang yang sudah titip. Memang penempatannya bisa dimana saja, kalau Saya memilih untuk mempercantik halaman depan rumah dulu.

Fyi, pot-pot yang masih kosong itu adalah tanaman yang sedang proses untuk tumbuh. Pot warna ungu adalah lavender, Saya beli di ace hardware dan yang dua dibawahnya tomat & cabe. Saya bukan pecinta tanaman, kadang sulit bagi Saya untuk memulai bercocok tanam tapi Almh. Mama Saya, Alm. Papa dan Suami suka dengan tanaman. Kalau Saya sih hanya penikmat saja dan penggagas ide tanaman apa saja yang bagus untuk di rumah.

Rak terakhir, Saya tidak tau ini termasuk rak atau tidak. Tapi Saya masukkan saja karena fungsinya sama-sama untuk tempat penyimpanan yang bersusun. 


Rak tempat pot kesukaan Pak Suami, fyi, potnya juga dibeli di Ikea seharga 79rb. Cantik memang, tapi harus ada pot lagi didalamnya karena bagian bawah pot tidak bolong dan menurut kang kebun yang biasa bantu Saya, tanaman bisa busuk kalau lama dalam keadaan basah.

Dua rak terakhir memang tidak terlalu penting menurut Saya, dan di rumah hanya berfungsi untuk mempercantik ruangan.Tapi, kembali lagi kepada dimana barang tsb diletakkan. Semoga menginspirasi 🤗