Kiland Road To 1 Year : Perlengkapan bayi (Part 1)

Baby Crib

Baby Bouncer

Baby Soap

Lotion

Stroller

Mosquito Repellent…

Membeli perlengkapan bayi memang tidak ada habisnya, bahkan Kita tergiur untuk selalu mencoba produk baru atau membeli produk yang sama tapi wangi yang berbeda. Kadang juga barang yang belum tentu diperlukan ternyata ikut dibeli juga. Membeli banyak furniture baru untuk mendekor kamar bayi, sah-sah saja memang jika memiliki persiapan keuangan yang berlebih atau memiliki ruangan yang luas dan mudah untuk di dekor.

Postingan Saya ini akan membahas 6 bulan pertama perlengkapan bayi yang dibutuhkan di rumah, serta setting ruangan yang Saya gunakan selama 6 bulan pertama. Semua yang Saya tulis berdasarkan kondisi dan situasi rumah yang sudah Saya jelaskan di postingan sebelumnya, yaitu tanpa ART dan Saya sering pergi keluar.

Hari pertama Saya pulang dari RS langsung menuju ke rumah mertua Saya. Kebetulan Saya pulang dengan menggendong bayi Saya dan tidak ditidurkan di baby car seat karena memang car seat Saya tidak kompatibel dengan mobil. Tetapi menurut Saya agak was-was untuk meletakkan bayi di car seat dengan kondisi jalanan Jakarta yang macet dan membuat waktu tempuh perjalanan menjadi lama. 

Berikut list barang yang Saya gunakan :

Perlengkapan Ibu

  • Jamu habis bersalin, kalau Saya menggunakan jamu merk nyonya meneer. Bagi Saya ini wajib, kudu! Fungsinya membantu membersihkan secara menyeluruh darah-darah yang ada di dalam tubuh karena selama 9 bulan Kita tidak haid. Tetapi kembali lagi disesuaikan dengan kondisi, kalau Saya memang penikmat jamu dan terbiasa minum jamu. Ada yang mengatakan jamu mempengaruhi ASI, jika takut hal ini terjadi gunakan jurus minum air putih dalam jumlah banyak saja.
  • Gurita Ibu, terpakai hanya beberapa minggu saja karena setiap menggunakan gurita entah kenapa anak Saya menyusu kurang tenang, mungkin karena tidak langsung menempel ke kulit Saya.
  • Maternity Pad, masih menjadi pahlawan sampai 40 hari bahkan sampai sekarang di 2 hari pertama haid Saya pasti menggunakan maternity pad dibanding pembalut biasa karena permukaannya lebih halus dan daya serapnya banyak.
  • Bio Oil, minyak untuk menghilangkan stretchmark  buat Saya yang telat memakai minyak seperti ini yang seharusnya dipakai dari sebelum melahirkan. Pemakaiannya wajib rutin kalau tidak ya akan lama hilangnya (seperti Saya yang sering lupa)
  • Botol minum yang selalu tersedia untuk mencegah dehidrasi.
  • Bra menyusui lebih banyak.
  • Bantal menyusui, atau bisa diakali dengan bantal biasa yang empuk dan tidak terlalu tinggi. Kalau Saya selain dapat kado bantal menyusui Saya beli satu bantal peyang ukuran kecil untuk kepala bayi bagian tengah saja dan bantal bisa dikaitkan di tangan Saya (Beli di Matahari, mungkin untuk yang berminat bisa hunting ke sana)
  • Perbanyak baju berkancing dengan dan membeli nursing cover.

Saat pergi keluar barang Kita akan lebih banyak dibawa dibanding dengan biasanya, usahakan untuk menggunakan 2 tas bagi yang bepergian dengan mobil. 1 tas untuk perlengkapan yang wajib dibawa turun dari mobil, 1 tas lagi untuk barang-barang yang tidak harus selalu dibawa seperti pompa ASI, cadangan pakaian dalam, dan jangan lupa untuk membawa cooler bag jika harus bepergian dalam jangka waktu yang lama.

Kamar Bayi

Kamar bayi jika Kita membaca semua sumber yang ada pasti mengacu kepada satu kamar penuh dengan bayi dan khusus untuk bayi, bagi Saya kamar bayi ada 2. Saya memanfaatkan kamar lama Saya di rumah yang nantinya digunakan Kiland untuk menaruh beberapa barang Kiland seperti kasur, boks berisi perlengkapan mandi & kesehatan cadangan atau sisa kado, beberapa kado, lemari baju (Sudah sejak Kiland lahir Saya gunakan untuk menyimpan baju Kiland), stroller dan mainan yang masih belum bisa digunakan.

Di dalam kamar tidur Saya, ada 3 barang ampuh yang Saya gunakan sampai kira-kira usia Kiland 6 bulan bahkan ada yang masih Saya gunakan sampai sekarang :

  • Kelambu; Awal Kiland pulang dari rumah sakit ke rumah mertua sampai pulang ke rumah sendiri, Kiland masih tidur dengan kelambu dikasur bersama Saya. Setelah itu, Kami mendapat kado dari Kakak ipar kelambu yang lebih besar sampai menutupi kasur yang akhirnya masih Saya gunakan sampai sekarang. Kiland sendiri masih tidur bareng satu kasur dengan Saya dan Suami sampai kira-kira usianya 3/4 bulan.
  • Baby Box; Walaupun Kami telat membeli baby box, ternyata baby box fungsinya banyak sekali. Saya terbiasa menaruh Kiland di baby box kalau ada yang ingin dikerjakan, tetapi sejak usia 7 bulan Kiland sudah mulai berdiri dan lama kelamaan menginjak bantal untuk melihat keluar  box Saya menyimpan baby boxkarena khawatir bisa “terjun” dari dalam box. Dalam memilih baby box sesuaikan dengan kebutuhan dan juga dana yang tersedia, tidak wajib hukumnya memiliki baby box, Kiland juga pernah membeli baby box portable yang bisa dibawa kemana saja dan selama hampir 6 bulan digunakan di mobil kalau bepergian cukup jauh, baby box portable ini Saya beli di Matahari tetapi sekarang sudah banyak sekali yang dijual secara online.
  • Rak susun; Karena pakaian yang digunakan masih kecil ukurannya, Saya menggunakan rak susun 4 yang isinya pakaian, gurita (hanya digunakan sampai menjelang 2 bulan, selebihnya bergantung dari Kiland kadang menolak dipakaikan gurita), kaos kaki, bedong (sudah tidak menggunakan bedong diusia 2 bulan karena berontak, hanya digunakan untuk alas tidur), selimut, dan perlengkapan lainnya. Rak susun sangat bermanfaat terutama bagi Ibu-Ibu yang sudah memiliki rak susun sebelumnya tinggal dikosongkan saja dan bisa digunakan selama beberapa bulan untuk menghemat pengeluaran.

Biasanya Ibu-Ibu disana memiliki changing table yang digunakan untuk mengganti popok atau memakaikan pakaian bayi setelah bayi. Kalau Saya memanfaatkan lemari pendek yang hanya setinggi pinggang Saya, Saya beri alas empuk & perlak kemudian jadi lah changing table mendadak, atau kadang Saya meletakkan Kiland di kasur saja. Bagi Saya changing table kurang memiliki fungsi, jika Kita memerlukan tempat untuk meletakkan perlengkapan bayi setelah mandi Kita bisa memanfaatkan ruangan lain dirumah, dan untuk tempat popok Saya membeli tempat popok gantung dari IKEA yang Saya gantung digagang pintu lemari pakaian Saya. 3 hal tsb adalah 3 perlengkapan bayi esensial menurut Saya, perlengkapan lainnya seperti perlak, bak mandi dan yang lainnya akan Saya bahas di postingan selanjutnya agar tidak terlalu panjang. 

Jika ada yang membutuhkan foto ruangan dsb, bisa di email ke Saya : anggarini.kiland@yahoo.com atau membutuhkan info lainnya, semoga bisa membantu.

Have a nice day!