The Luxton Hotel Cirebon

Pertengahan Januari ini tiba-tiba ada ide mendadak Kami sekeluarga (dengan Mertua, Adik Ipar, dan Sahabat Saya) pergi ke Cirebon. Rencana awal mau tidur di rumah saja tetapi tidak muat karena memang belum selesai di bangun. Saya kemudian cari-cari hotel yang tidak terlalu jauh dari tempat-tempat yang Saya tuju dan masih terjangkau juga jaraknya dari rumah.

Saya melakukan pemesanan melalui telepon, dan selama proses pemesanan tersebut Saya cukup puas karena staff yang melayani sopan dan informatif, begitu pula saat Saya sudah sampai disana dan melakukan proses check in. Nilai Saya A untuk situasi lobi, staff baik itu petugas keamanan, sampai ke resepsionis. Semuanya berjalan baik dan Saya sangat puas sampai Saya menemukan beberapa hal, bukan hal besar tetapi tidak enak dilihat.

Untuk ukuran hotel yang cukup besar seharusnya staf bisa lebih teliti lagi. Saya menemukan kantong plastik kosong diselipkan di kotak tempat kopi, teh dan gula serta menemukan satu buah jus kadaluarsa berbentuk gelas plastik di kulkas kamar Saya. Selain kecerobohan tersebut salah satu hal yang menurut Saya kurang diperhatikan adalah minimnya gantungan di dalam kamar mandi.

Tapi selain kekurangan tersebut, secara keseluruhan fasilitas hotel bisa dikatakan cukup memuaskan. Kamar pun sebenarnya cukup nyaman untuk ditempati. Saya memesan kamar tipe deluxe dengan connecting door, Saya tidak tambah kasur dan tidak menggunakan baby cot. Jadi, Kami kondisikan sendiri saja 6 orang dewasa dan 1 bayi, Kami hanya menambah sarapan untuk 2 orang dewasa selama 2 hari.

Berikut adalah foto-foto dari kamar yang Saya pesan :


Maafkan untuk barang-barang yang eksis ikut foto πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… dan ini view dari kolam renang dan tempat bermain anak.

Catatan untuk tempat bermain anak, ruangannya sangat dingin tapi Kita bisa minta sesuaikan suhunya dan untuk anak-anak yang masuk harus menggunakan kaos kaki. Jika Kita tidak membawa dan malas untuk ambil ke kamar, disana juga disediakan dengan membayar Rp 10.000. Untuk dewasa yang ikut masuk tidak harus menggunakan kaos kaki.


Saya secara pribadi masih ingin kembali ke hotel tersebut jika memang ada kesempatan untuk mencoba kamar lainny. Nilai tambah hotel bagi Saya adalah kolam renang dan keramahan stafnya, walaupun ada beberapa kekurangan dan kalau dilihat untuk ukuran kamar deluxe harganya cukup tinggi namun standart jika melihat nama Luxton itu sendiri.

Mercure Hotel (Karawang) A short trip with the Kiland’s

3 bulan sudah sejak postingan terakhir walaupun ada beberapa postingan yang masih kesimpen di draft, tapi entah kenapa tiba2 ingin merealisasikan ide yang tercetus sejak lama dengan Pak Suami.

Sudah menjadi rahasia umum dikalangan teman-teman & keluarga kalau Saya ini paling nggak bisa diem di rumah. Kalau ada waktu Saya maunya jalan-jalan aja setiap hari. Saat ini mungkin ada beberapa kendalanya seperti kondisi rumah yang masih saja di tahap renovasi sana-sini. Demi meneruskan cita-cita Almh. Mama Saya dengan ide rombak rumahnya yang akhirnya tidak bisa dilakukan oleh beliau sendiri.

Tapi sekitar pertengahan November 2016 Saya dan Pak Suami + Baby K ada kesempatan untuk liburan walaupun cuma 1 malam yang dibarengi dengan ke makam Mama & Papa.

Sebelum berangkat Saya melakukan reservasi hotel. Pak Suami menyarankan untuk melakukan reservasi di Mercure Karawang karena letaknya tidak begitu jauh dari makam & rumah Kakak Ipar Saya, dan kebetulan pula Saya sudah pernah menginap di hotel ini lebaran tahun lalu.

Satu kendala Saya yaitu kesulitan memandikan bayi. Saya boleh dikatakan takut untuk memandikan bayi Saya dengan cara-cara unik, apalagi bayi Saya masih di bawah 1 tahun. Setelah melihat-lihat di web milik Mercure Karawang, Saya memutuskan untuk mengambil kamar suite. Lebih mahal memang dibandingkan dengan kamar Deluxe yang Saya pesan saat lebaran, tetapi mengingat Saya ingin sekali anak nyaman tidak ada salahnya sekali-kali memesan kamar suite terlebih Adik Ipar Saya juga ikut pasti akan lebih nyaman jika ruangannya lebih besar.

Ohya, sebagai tambahan kebetulan Saya hobi untuk membandingkan harga hotel karena beberapa kali sering Saya lakukan saat kerja (Thanks to Ibu Psikolog kesayangan Mba Ratih Zulhaqqi) jadi sekarang Saya kebiasaan untuk cek harga mana yang paling pas untuk di rumah. Kebiasaan sederhana tapi bisa sangat bermanfaat.

Kembali ke hotel, kamar Saya terletak di lantai 10, cukup tinggi dan kalau malam hari ada nilai tambahan yaitu hiasan lampu-lampu dari arah bundaran depan hotel yang terlihat jelas. Kamar Saya tidak terlalu jauh dari lift kebetulan jadi cukup mudah aksesnya untuk ke lift walaupun jika Saya mendapatkan kamar diujung aksesnya juga tidak terlalu sulit.

Well, mari Kita lanjut ke dalam kamar. Begitu membuka pintu Kita melihat ruang tamu dengan tv, sofa, dan meja kerja. Tapi sebelum sampai kesana Kita akan menemui toilet di sebelah kiri dan lemari baju serta tempat sepatu dikanan. Menariknya lemari baju terhubung dengan kamar mandi (akan Saya share nanti foto-fotonya) Jadi, buat yang sedang mandi tidak boleh lupa untuk cek pintu lemari ya hehehe… Kemudian maju sedikit ke arah sofa disebelah kiri ada connecting door yang tentunya tidak difungsikan untuk Saya yang hanya menyewa 1 kamar dan ada mini bar, mesin pembuat kopi, kopi, teh dan beberapa perlengkapan mini bar standart lainnya. Namun sayang, ada 2 nilai kurang memuaskan bagi Saya yang travelling dengan bayi yang sudah mulai makan, yaitu hotel menggunakan air mineral yang ada rasanya padahal setau Saya air tersebut kurang baik untuk dikonsumsi dan mini bar yang sulit untuk menyimpan makanan beku karena bukan kulkas sehingga Saya harus menitipkan makanan beku di restaurant hotel.

Kembali kepada ruangan lainnya, kalau tadi Kita bahas sisi kiri dari ruangan sekarang kalau Kita berjalan mengarah ke kanan ada pintu lagi yang menghubungkan dengan kasur dan juga kamar mandi. Nilai tambahan lagi di depan kasur ada tv, buat Saya kemarin tv kamar dijajah oleh Suami sedangkan tv luar di jajah Adik Ipar. Kasur yang disediakan cukup besar, Saya bisa tidur bertiga tanpa digeser-geser bayi Saya yang kalau tidur pasti muter-muter.

No picture, hoax? No problem, Saya akan lampirkan foto-foto kamar Saya semoga bisa membantu memvisualisasikan bentuk kamar di pikiran Anda.



Semoga review tadi bisa jadi bahan pertimbangan bagi Mama dan Papa yang mau travelling dengan babynya. Next semoga Saya bisa mereview tempat-tempat lain karena dari review-review itu lah Saya belajar juga, rasanya terus belajar dan berbagi itu bisa menumbuhkan rasa percaya diri Kita untuk menjadi Mama yang lebih baik lagi untuk keluarga.

Happy Holiday !