Kiland Road to 1 Year : Persiapan menuju kelahiran

Melahirkan merupakan hal yang paling ditunggu untuk semua calon Ibu, semua rasa tercampur didalamnya termasuk Saya yang merasakan rasa takut, senang, dan tidak sabar menjadi satu. Bagi Saya kehamilan pertama ini sungguh luar biasa, kenapa? Karena Saya tidak menyangka akan sekuat ini. Awal-awal kehamilan Saya masih harus tidur diatas matras rumah sakit selama hampir 4 bulan, Saya mulai dinyatakan hamil di pertengahan bulan Juni dan masih harus menunggu Mama Saya di ICU sampai beliau meninggal dunia di pertengahan September. Selama itulah Saya tidur di ruang tunggu dengan Suami, terkadang menyewa hotel rumah sakit dan kadang juga kalau pengeluaran Kami sudah banyak dan Saya tidak kuat tidur di bawah, Saya ‘mengungsi’ ke rumah Om.
Tidak berhenti, setelah Mama Saya meninggal dunia Saya masih mengurus banyak hal yang berhubungan dengan Mama. Dari situ Saya sempat di rawat, Alhamdulillahnya bayi di dalam perut Saya sangat kuat. Semua kembali ke mindset  Kita, dan hasilnya sekarang bayi bulat Saya agak tahan banting. Saya bukannya mau memaksakan anak untuk kuat atau bagaimana, tapi memang Anak Saya terbentuk seperti itu, mungkin terdengar kasar tapi kuat maksud Saya disini adalah Dia tidak mudah merengek, hanya sebatas manja-manja kecil saja dan mungkin juga satu kuncinya, saat Saya merasakan senang atau sedih Saya sering memeluk bayi bulat Saya. Pelukan itu bagi Saya adalah obat dari segala macam penyakit.

Kembali kepada topik, kali ini Saya akan memposting keperluan melahirkan sebagai bentuk syukur hampir 1 tahun menjadi seorang Mama Kiland. Saya termasuk orang yang suka membaca blog tentang persiapan melahirkan jadi semoga saja postingan Saya ini bermanfaat untuk Ibu-Ibu diluar sana yang sedang menunggu kelahiran atau sedang di masa kehamilan.

Biaya Melahirkan

Hal pertama yang harus dipersiapkan tentunya adalah biaya baik melahirkan di rumah sakit mau pun bidan atau rumah. Jika sudah direncakan sejak awal menikah ada baiknya juga memasukkan uang Kita di tabungan-tabungan berjangka yang ada di bank. Kalau Saya sendiri memasukkannya di Tabungan Rencana Mandiri, biasanya nominal bisa Kita ubah asalkan tidak dibawah nominal. Jadi misalkan sejak awal menikah Kita ingin menabung untuk biaya melahirkan kelak bisa Kita mulai dari nominal kecil, setelah Kita sudah diketahui hamil biayanya bisa ditambah.

Tabungan dengan jenis seperti ini bisa membuat Kita disiplin dalam menabung karena setiap bulan langsung di debit dari rekening. Jumlahnya pun bisa disesuaikan dengan kemampuan termasuk juga jangka waktu menabungnya, jika waktu menabungnya lewat dari waktu kelahiran biaya tsb bisa digunakan untuk mengganti biaya melahirkan. Bagaimana pun caranya perlu dipisahkan antara kebutuhan sehari-hari dengan kebutuhan selama kehamilan sampai melahirkan.

Perlengkapan Bayi

Kebutuhan lainnya yang tidak kalah penting tetapi menarik untuk dilakukan adalah mengumpulkan perlengkapan bayi, sebelum mulai berbelanja yang harus dilakukan adalah “kepo” dengan segala media baik itu memanfaatkan google, social media, bertanya atau membaca majalah/buku intinya adalah mendapatkan gambaran barang-barang kebutuhan bayi. Tidak hanya mencari tau apa saja yang dibutuhkan tetapi mencari tau juga dibeli dimana, survey harga dan juga merk.

Saya akan memberikan rincian barang yang terpakai selama satu tahun ini, tentunya Saya hanya mencantumkan barang-barang yang dipakai saja sesuai dengan kondisi selama satu tahun ini. Kondisi selama satu tahun ini adalah selama hampir 11 bulan Saya tidak ada ART, di minggu pertama setelah melahirkan sampai kira-kira 10 hari Saya dirumah mertua belajar memandikan dan merawat bayi sekaligus memulihkan kondisi. Setelah itu Saya survive di rumah, survive disini Saya tidak mengatakan Saya bisa melakukan semuanya tanpa cela atau tanpa pertolongan, malah Saya kecolongan dan sampai sekarang Anak Saya masuk sufor. Tidak buruk karena apa pun yang diciptakan pasti memiliki manfaat, selama anak Saya baik-baik saja Saya mengesampingkan judgement dari orang banyak. Di rumah pun Saya masak sendiri dan kadang dibantu Suami dengan supervisi penuh Saya dari depan pintu dapur & hanya di 5 hari pertama pulang Tante Saya membantu, selebihnya keinginan Saya yang ingin mencoba sendiri.

Kondisi lainnya adalah bayi Saya tongue tie dan sulit untuk menyusu dengan Saya sehingga harus di insisi, padahal bisa saja tidak di insisi, tetapi yah sudah…semua menjadi pelajaran. Bayi Saya aktif, beberapa kemampuan motorik kasarnya berkembang cukup cepat tetapi ada juga beberapa kemampuan motorik kasar yang tidak sempurna, kalau kata Mba Ratih, Psikolog tercihuy Saya, Bu Bos dan Teman sharing Saya “kurang puas” pada satu fase yang mempengaruhi fase berikutnya sehingga ada beberapa hal yang harus dikondisikan.

Kembali kepada perlengkapan bayi, berikut list perlengkapan yang Saya gunakan :

Selama di rumah sakit :

  • Pompa ASI : Ternyata sangat penting terutama bagi bayi-bayi yang kondisinya sulit untuk dibangunkan diawal-awal kelahiran, Kita harus memancing ASI untuk keluar dengan memompa ASI selama selang 2 jam. Waktu di rumah sakit Saya sampai bergantian dengan Suami memompa ASI, kadang kalau Saya sudah ngantuk Suami yang pegang corong pumping dan Saya tidur. Pompa ASI juga sangat berguna untuk Ibu-Ibu yang belum bisa memerah ASI secara manual.
  • Gelas kaca, softcup : Gelas kaca berfungsi untuk menyimpan ASI tentunya selama Kita masih dirumah sakit dan softcup untuk memberikan ASI kepada bayi.
  • Maternity Pad : Penyelamat selama 40 hari masa nifas, bawa secukupnya karena biasanya di rumah sakit tersedia juga.
  • Pakaian dalam termasuk bra menyusui dan juga breast pad. Breast pad bisa dibeli menyusul tergantung dari jumlah ASI, fungsinya hanya untuk mencegah ASI rembes.
  • Pakaian untuk pulang usahakan yang berkancing untuk mempermudah menyusui. Pakaian selama di rumah sakit umumnya disediakan oleh rumah sakit.
  • Botol minum : Berguna agar tidak kesusahan untuk minum karena Ibu menyusui wajib untuk banyak minum air putih
  • Untuk yang memakai jilbab, jilbab instan dan pashmina menjadi penyelamat
  • Sandal yang nyaman & kaos kaki
  • Perlengkapan mandi baik untuk wajah, badan, rambut harus aman untuk Ibu hamil. Lotion untuk stretchmark dan untuk tubuh agar tidak kering. 
  • Perlengkapan kesehatan; saat itu Saya gunakan betadine untuk membersihkan bekas-bekas melahirkan tetapi setelah ke rumah betadine Saya ganti dengan rebusan daun sirih.
  • Buku bacaan atau yang sudah menggunakaan ebook bisa juga membawa ipad/tab lumayan untuk mengusir kebosanan atau bisa juga mempada ipod, jauh-jauh hari masukkan lagu-lagu kesukaan Kita sebagai mood booster saat pumping. Saya tidak menggunakan ipod saat menyusui karena Saya lebih suka melihat wajah anak sebagai mood booster.
  • Bantal kecil atau apa pun yang membuat Kita nyaman saat tidur.
  • Baju bayi, popok kain, gurita, sarung tangan dan kaki, selimut bayi disesuaikan dengan perkiraan hari dirawat.
  • Gendongan bayi/stroller, keduanya sama saja apapun yang membuat nyaman tetapi Saya lebih rekomen menggunakan gendongan bayi.
  • Perlengkapan kebersihan bayi biasanya diberikan oleh rumah sakit termasuk perlengkapan kesehatannya.

Beberapa Ibu mungkin kondisinya berbeda, kalau dengan kondisi Saya daftar diatas itu adalah daftar perlengkapan yang terpakai di rumah sakit. Khusus untuk melahirkan secara caesar Saya sama sekali tidak ada gambaran karena pasti kebutuhannya akan berbeda lagi. Selanjutnya nanti Saya akan memposting kebutuhan bayi selama 1 tahun pertama, tentunya Saya jabarkan dengan versi Saya selama 1 tahun. 

Semoga postingan ini membantu dan menambah referensi Ibu-Ibu diluar sana, intinya adalah pikirkan terlebih dahulu kondisi Kita dan bayangkan akan melahirkan dimana, dengan normal atau ada kemungkinan caesar serta perbanyak membaca blog/majalah/buku/web/forum tentang melahirkan atau mempersiapkan kelahiran. Saya sendiri ada 1 buku yang Saya jadikan pedoman selama mencari perlengkapan bayi, tidak semua Saya ikuti karena semua bergantung dari hati nurani dan tentunya kondisi.

Have a nice day ! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s