Ikeania Part 1 

Why Ikeania? Postingan ini sengaja Saya beri judul Ikeania sebagai sebutan untuk Mereka yang suka jalan-jalan ke Ikea, sekedar cuci mata atau mencari beberapa barang yang bisa dibilang agak kreatif dari segi bentuk dan manfaat atau membuka jasa titip, like i was. Saya dulu membuka jasa titip IKEA selama beberapa bulan, hal ini dimulai dari Saya yang kembali gemar jalan-jalan setelah bayi bulat Saya bisa dibawa keluar.

Kegemaran Saya akan IKEA lagi-lagi bermula dari Mba Ratih, my all time favourite child psychologist, yang mengajak Saya ke IKEA Malaysia pada waktu itu. Awalnya Saya hanya melihat-lihat, tapi kemudian kalap juga karena ada saja barang yang menarik perhatian Saya.

Kegemaran itu berlanjut ketika IKEA membuka tokonya di Alam Sutra, dari awalnya Saya hanya penasaran sampai memenuhi rumah dengan barang-barang IKEA. Mengenai jasa titip, saat ini Saya sudah tidak menjalankannya lagi karena bentrok dengan beberapa kegiatan dan entah kenapa jalanan akhir-akhir ini agak terlalu macetnya.

Why Ikeania part 1?

Pada postingan Saya ini Saya akan membahas tentang beberapa barang IKEA yang sudah Saya gunakan, bisa dikatakan Saya akan mereview beberapa barang sebagai gambaran kepada Ikeania yang lain jika ingin membeli baik itu menggunakan jasa titip atau berkunjung sendiri ke IKEA. Karena banyaknya barang IKEA yang Saya gunakan Saya akan membagi ke dalam beberapa postingan berdasarkan letaknya di rumah Saya.

Kali ini Saya akan mulai dari dapur, tempat dimana banyak sekali barang IKEA yang Saya gunakan karena memang dapur Saya sedang di rombak pada beberapa bagian dan sampai saat ini masih dalam tahap ‘menabung’ sampain nanti terpenuhi dapur yang sesuai dengan apa yang Saya mau.

Didalam 1 gambar ini ada banyak sekali produk dari IKEA yang Saya gunakan, satu persatu dan Saya jelaskan fungsinya

Foto diatas adalah foto bagian dapur yang agak bertumpuk-tumpuk dan bisa dibilang berantakan karena Saya belum bisa memaksimalkan dengan baik dapur Saya, masih banyak juga barang peninggalan Almarhumah Mama yang rasanya masih bisa digunakan. Jadi, sebisa mungkin Saya meletakkan barang-barang yang masih bisa digunakan dipadukan dengan barang-barang baru dan diatur agak mudah diambil karena memiliki bayi itu semua harus serba cepat.

Berikut rincian dari barang-barang IKEA yang ada diatas :

Tempat bumbu (Fintorp)

Tempat bumbu ini sebenarnya bisa difungsikan untuk apa saja dan penempatannya tidak harus digantung. Kalau Saya memilih tempat bumbu ini untuk meletakkan teko teh dan kecap, kadang Saya juga meletakkan pulpen jika sedang utak-atik resep makanan tapi sebenarnya Kita bisa menggunakan tempat bumbu ini di berbagai tempat bahkan untuk tanaman.

Sikat ini Saya gunakan untuk sikat bak cuci piring


Gunting ini cukup tajam, awalnya Saya cuma punya 3 pcs (1x beli dapat 3) tapi karena dapur dan meja Pak Suami jadi tempat rebutan gunting Saya jadi punya 1 set lagi dan tiap gunting diberi label penempatan agar tidak sembarangan diletakkan karena termasuk benda berbahaya jika diletakkan sembarangan


Talenan isi 2 ini Saya gunakan untuk memasak makanan Baby K, sengaja Saya pisahkan sampai kira-kira 1 tahun dimana nanti dia akan memulai makan makanan rumah sederhana sesuai apa yang Saya masak


Tempat ini juga cukup serbaguna bisa digunakan dimana saja & ada 2 ukuran berbeda tinggi


Tempat tisu roll sebenarnya ada 2 yang satunya berbahan kayu, Saya lebih memilih yang seperti ini karena lebih ringan & lebih murah. Tetapi kembali ke pilihan dan fungsi, jika fungsinya untuk diletakkan di meja makan tentunya yang terbuat dari kayu lebih menarik

Barang-barang lainnya yang juga ada di dapur :

Lemari adalah produk IKEA yang menurut Saya cukup berguna. Kenapa Saya beli di IKEA? Meminimalisir keluar, Saya beli ini sekaligus beli barang-barang lain yang memang cuma ada di IKEA. Harganya memang kurang terjangkau tapi yang Saya suka bentuknya simple dan setelah pemasangan bau dari kayu tidak terlalu menyengat


Rel tempat oven, Saya beli 2 untuk oven dan microwave. Kenapa Saya gantung? Dapur Saya kecil, jadi area dinding harus dimanfaatkan. Saya sendiri tidak menggunakan kitchen set bagian atas dimana biasanya ada tempat untuk oven karena menghalangi pemandangan dan terlihat semakin sempit kalau dinding Saya pasang lemari juga seperti dapur Saya sebelumnya.


Rak bumbu & toples bumbunya. Toples bumbu Saya beli 1 set isi 4 buah. Rak bumbunya gampang dirakit tetapi memang harus pakai bor.


Rak susun ini juga bisa digunakan dimana saja, fungsinya menambah ruang penyimpanan. Fotonya harus diblur karena masih berantakan dan secara bertahap Saya nanti mau membuat coffee corner diluar dapur jadi sementara Saya letakkan di rak yang kosong

Selain beberapa barang di atas, ada juga yang Saya letakkan di dalam kitchen set. Akan Saya share di postingan Saya selanjutnya. Intinya semua pemasangan produk IKEA cukup mudah, tetapi memang perlu di bor agar lebih kuat, dan pada beberapa produk IKEA tidak menyediakan pelengkap seperti paku, dll tapi IKEA selalu memasukkan instruksi pemasangan. Semua barang yang ada di dapur dipasang oleh Pak Suami termasuk merakit lemari.

To be continue : IKEANIA PART 2.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s