Get A Revenge

Pernah terpikir pastinya di benak semua orang yang merasa dirinya diperlakukan tidak baik, tidak adil dan tidak semestinya oleh orang yang disayangi, masyarakat, atau oleh orang-orang yang baru saja hadir dikehidupan mereka. Terpuruk, memang bukan kata yang tidak sesuai tetapi tidak mungkin tidak berlebihan. Apalagi yang bisa menggambarkan perasaan seseorang pada saat dirinya merasa diperlakukan tidak seperti apa yang diharapkan?

Sesaat setelah hal tersebut terjadi, pembalasan akan mulai terpikir. Hal  yang lumrah jika mereka yang terpuruk merasa ingin membalaskan hal-hal serupa kepada seseorang atau sekelompok orang yang membuat mereka terpuruk tanpa memikirkan apa yang akan terjadi berikutnya.

Seorang murid merasa dituduh mencontek, ia mungkin akan membalas kepada gurunya dengan bersikap rebel atau bahkan mengadukan kepada orangtuanya.

Sepasang rekan kerja yang tanpa sadar saling menjatuhkan demi mendapat posisi yang baik.

Seorang suami atau istri yang berselingkuh karena merasa tidak diperhatikan oleh pasangannya.

Seorang anak yang suka memberontak karena merasa dibanding-bandingkan, atau

Sekelompok orang yang merasa dirinya dimanfaatkan untuk golongan-golongan masyarakat tertentu.

Kadang kita juga tidak merasakan saat kita sedang membalaskan dendam, kita juga seolah tidak perduli apakah orang yang membuat kita berlaku demikian mengetahuinya atau tidak. Sama seperti halnya perselingkungan atau pemberontakan anak secara tidak sadar.

Apa pun bentuknya, pembalasan dendam dengan melakukan hal yang sama seperti apa yang telah kita terima dari orang lain tentunya akan merusak diri sendiri. Lain halnya dengan mengubah diri menjadi lebih baik, menjadi bahan koreksi diri atau mencoba menerima dengan ikhlas karena paling tidak kita tidak menjadi sama dengan mereka. Menjadi diri sendiri akan lebih baik dengan tidak menimbulkan masalah baru yang nantinya akan muncul, bukan? Karena semua berakar dari persepsi yang berbeda akan tidak mungkin timbul masalah baru.

Tetapi, apakah kita sudah cukup bijaksana dengan tidak mengulangi kesalahan yang sudah orang lain perbuat?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s